Minggu, 11 Maret 2012

Etika & Profesionalisme TSI

A. Apa itu Etika

berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

B. Mengapa TSI ?

Tentu saja ketika kita semua berhubungan dengan dunia informasi pastilah ada hubungannya dengan aturan-aturan serta kode etik dalam dunia informasi alasan itulah mengapa sebuah Etika dan Profesionalisme diperlukan.

C. Profesi

Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapi belum tentu dikatakan memiliki profesi yang sesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikan kejuruan, juga belum cukup untuk menyatakan suatu pekerjaan dapat disebut profesi. Tetapi perlu penguasaan teori sistematis yang mendasari praktek pelaksaan, dan penguasaan teknik intelektual yang merupakan hubungan antara teori dan penerapan dalam praktek.

D. Profesionalisme

Berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987).
Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.

E. Kapan Etika digunaklan dalam TSI

Etika digunakan setiap saat terlebih dalam TSI guna mendukung aturan dan norma dalam dunia informasi ( Teknologi Informasi ).

F. Siapa yang menggunakan Etika dalam TSI

Seluruh masyarakat yang berhubungan dengan TSI harus menaati etika dan Profesionalisme TSI, tidak terkecuali golongan tertentu.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_komputer

http://afza-fajar.blogspot.com/2011/03/etika-dan-profesionalisme-tsi-kerja.html

http://kamilfiki.blogspot.com/2011/04/etika-dan-profesionalisme-tsi.html

Sabtu, 26 November 2011

Computer Vision

Apa itu Computer Vision ?

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System). Perbedaannya adalah

Computer Vision adalah salah satu bentuk aplikasi teknologi komputer dalam kehidupan dunia nyata (real world). Konsep dasar yang melandasi computer vision adalah computer becomes seeing machines, menjadikan komputer sebagai mesin yang mampu menangkap informasi visual yang ada di lingkungannya.

Computer Vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Namun komputer grafika lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.

Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola. Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik.

Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.

Proses yang ada computer vision adalah menjadikan computer acts like human sight, sehingga mendekati kemampuan manusia dalam menangkap informasi visual. Untuk mendukung proses ini, maka dalam computer vision dilakukan dalam empat tahapan utama yaitu :

  1. Image acquisition (proses penangkapan informasi visual dan proses pengubahan sinyal analog menjadi data digital, yang siap untuk diporoses oleh komputer). Image Acqusition pada manusia dimulai dengan mata, kemudian informasi visual diterjemahkan ke dalam suatu format yang kemudian dapat dimanipulasi oleh otak. Umumnya mata pada copputer vision adalah sebuah kamera video.
  2. Image Processing (proses pengolahan informasi image yang telah diidgitalisasi oleh converter analog ke digital). Image processing membantu peningkatan dan perbaikan kualitas image, sehingga dapat dianalisa dan di olah lebih jauh secara lebih efisien. Image p g processing akan meninggkatkan p g perbandingan sinyal terhadap noise (signal‐to‐noise ratio = s/n). Sinyal‐sinyal tersebut adalah informasi yang akan merepresentasikan objek yang ada dalam image. Sedangkan noise adalah segala bentuk interferensi, kekurang pengaburan, yang terjadi pada sebuah objek.Image Analysis (proses analisa terhadap image visual yang telah di proses sebelumnya).
  3. Image analysis akan mengeksplorasi scene ke dalam bentuk karateristik utama dari objek melalui suatu proses investigasi. Sebuah program komputer akan mulai melihat melalui bilangan biner yang merepresentasikan informasi visual untuk mengidentifikasi mengidentifikasi fitur fitur‐‐fitur fitur spesifik spesifik dan dan karekteristiknya. Lebih khusus lagi program image analysis digunakan untuk mencari tepi dan batas‐batasan objek dalam image.
  4. Image Understanding (dengan menerapkan konsep-konsep kecerdasan buatan -artificial intelligent-untuk memahami data visual yang ditangkapnya). Ini adalah langkah terakhir dalam proses computer vision, yang mana sprsifik objek dan hubungannya di identifikasi. Pada bagian ini akan melibatkan kajian tentang teknik-teknik artificial intelligent. Understanding berkaitan dengn template matching yang ada dalam sebuah scene. Metoda ini menggunakan program pencarian (search program) dan teknik penyesuaian pola (pattern matching techniques)
Beberapa applikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :
  • Robotic – navigation and control
  • Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
  • Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
  • Optical Character Recognition – text reading
  • Remote Sensing – land use and environmental monitoring
  • Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision


Sumber :
http://muhammadadri.net/wp-content/uploads/2009/04/computer-vision-01.pdf
http://untara89.blogspot.com/2010/10/definisi-computer-vision.html
http://maria30589.blogspot.com/2010/11/computer-vision_02.html

Rabu, 09 November 2011

Perbedaan Perancangan Sistem Secara Terstruktur dan Berorientasi Objek

Terdapat dua kategori pendekatan perancangan sistem, yaitu :
1. Pendekatan Terstruktur
2. Pendekatan Objek

Pendekatan Terstruktur ...

Pendekatan terstruktur mengenalkan penggunaan alat-alat dan teknik-teknik untuk mengembangkan sistem yang terstruktur. Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah.
Dalam hubungannya dengan pengembangan sistem informasi dan software aplikasi sistem informasi, pemrograman terstruktur adalah proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten.

Tujuan pendekatan terstruktur adalah agar pada akhir pengembangan perangkat lunak dapat memenuhi kebutuhan user, dilakukan tepat waktu, tidak melampaui anggaran biaya, mudah dipergunakan, mudah dipahami dan mudah dirawat.

Ciri-ciri utama yang mendukung pendekatan terstruktur:

* Memanfaatkan alat-alat pemodelan
menggunakan model untuk menjelaskan berbagai sistem, sub sistem untuk ditelaah dan dievaluasi oleh pelanggan dan pengembang (sebagai alat komunikasi, eksperimentasi atau prediksi).
* Merancang berdasar modul
modularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadi beberapa modul yang dapat beroperasi secara independent.
* Bekerja dengan pendekatan top-down
dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci).
*Dilakukan secara iterasi.
dengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan
baik.
* Kegiatan dilakukan secara paralel
pengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel, sehingga akan memperpendek waktu pengembangan sistem.
* Menggunakan CASE (Perangkat Lunak Pendukung Proses Pengembangan)
dengan CASE (computer aided software engineering) memungkinkan analis dapat membangun sistem dan menghasilkan executable secara otomatis.

Pendekatan Objek ...

Pendekatan berorientasi objek akan memandang suatu sistem yang dikembangkan sebagai kumpulan objek yang akan berhubungan dengan objek-objek lain dalam dunia nyata. Atau bisa dikatakan juga suatu teknik atau cara pendekatan dalam melihat permasalahan dan sistem (sistem perangkat lunak. sistem informasi, atau sistem lainnva).
Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep pendekatan berorientasi objek dapat diterapkan pada tahap analisis, perancangan, pemrograman, dan pengujianperangkat lunak. Ada berbagai teknik yang dapat digunakan pada masing-masing tahap tersebut, dengan aturan dan alat bantu pemodelan tertentu.

Tujuan dari pendekatan objek ini adalah mendesain dan membangun sistem dengan mengumpulkan obyek software yang dapat digunakan bukan dengan menulis modul software dari awal.

Ciri-ciri dari Pendekatan Objek adalah :

1. Abstraksi
prinsip untuk merepresentasikan dunia nyata yang kompleks menjadi satu bentuk model yang sederhana dengan mengabaikan aspek-aspek lain yang tidak sesuai dengan permasalahan.

2. Enkapsulasi
pembungkusan atribut data dan layanan (operasi-operasi) yang dipunyai objek. untuk menyembunyikan implementasi dan objek sehingga objek lain tidak mengetahui cara kerja nya.

3. Pewarisan (inheritance)
mekanisme yang memungkinkan satu objek mewarisi sebagian atauseluruh definisi dan objek lain sebagai bagian dan dirinya.

4. Reusabilily
pemanfaatan kembali objek yang sudah didefinisikan untuk suatupermasalahan pada permasalahan lainnya yang melibatkan objek tersebut Generalisasi dan Spesialisasi menunjukkan hubungan antara kelas dan objek yang umum dengan kelas dan objek yang khusus Komunikasi Antar Objek komunikasi antar objek dilakukan lewat pesan ( message ) yang dikirimdan satu objek ke objek lainnya.

5. Polymorphism
kemampuan suatu objek untuk digunakan di banyak tujuan yangberbeda dengan nama yang sama sehingga menghemat barisprogram.

Perbandingan Pendekatan Terstruktur dan Pendekatan Objek ...

Perbedaan yang paling dasar dari pendekatan terstruktur dan pendekatan OO (Object Oriented )atau berorientasi objek adalah pada metode berorientasi fungsi atau aliran data (Data Flow D iagram) (pendekatan terstruktur),dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dan konteks sampai proses-proses yang paling kecil, sementara pada metode berorientasi objek. dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem.

Pada pendekatan terstruktur merupakan metode yang pendekatannya pada proses, karena metode ini mencoba melihat system dari sudut pandang logical dan juga melihat data sebagai sumber proses. Di dalam penggambaran datanya, metode ini menggunakan Data Flow Diagram (DFD), Normalisasi, Entitas Relationship Diagram (ERD), dan lainnya.
Sedangkanpendekatan objek, dalam melakukan pemecahan suatu masalah tidak dilihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif.

Pendekatan Terstruktur

Pendekatan Objek

dikenal dengan (Structured Analisys and Design / SSAD)

dikenal dengan (Object-oriented Analysis and Design / OOAD)

Pendekatan Fungsional

Pendekatan Objek

dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secarahirarki, mulai dan konteks sampai proses-proses yang paling kecil

dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem

SSAD lebih sulit digunakan dalam pembangunan sistem.

OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem.

Pada SSAD tidak fokus pada coding

Pada OOAD lebih fokus pada coding

Pada SSAD menekankan pada kinerja team

Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team




Referensi:
1. http://www.gangsir.com/download/3-PendekatanPengembanganSistemTerstruktur.pdf
2. http://www.scribd.com/doc/60314795/46/Sekilas-Pendekatan-terstruktur
3. http://team-akatsuki10.blogspot.com/2011/11/pendekatan-perancangan-sistem.html

Minggu, 30 Oktober 2011

Perkembangan Telematika

Pengertian Telematika

Telematika berasal dari bahasa perancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada sarana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna.

Pada praktisi menyatakan bahwa “Telematics“ adalah singkatan dari “Telecommunication” and “informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu (konvergensi). Semula media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghindarkan media komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah.

Konvergensi Telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau “The Net”. Dalam perkembangannya istilah “media” dalam Telematika berkembang menjadi wacana “multimedia”. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah “multimedia” semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambigus jika istilah Telematika dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika.

Jadi , dapat disimpulkan bahwa Telematika merupakan konvergensi antara teknologi Telekomunikasi , Media dan Informatika yang digunakan untuk keperluan pemrosesan data dengan sistem binary / digital.

Fungsi Telematika

Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :

1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.

2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.



Contoh Telematika

Berikut ini adalah contoh dari telematika:

1. Perpustakaan Elektronik
Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet

2. Surat Elektronik (email)
Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.



Pengembangan Telematika

Salah satu pengembangan dalam teknologi telematika adalah dibidang edukasi, yaitu Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System. Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.



Sumber : http://www.gudangmateri.com/2010/08/perkembangan-telematika-di-indonesia.html

Teknologi Wireless : CDMA

Broadband CDMA : Teknologi Wireless Masa Depan

Banyak industri telekomunikasi sekarang percaya bahwa Code Division Multiple Access (CDMA) spread spektrum akan mengalihkan perhatian pada awal abad 21. Dia akan mengganti teknologi analog contoh AMPS dan kompetitornya seperti GSM.
Pada saat bersamaan B-CDMA yang merupakan model komunikasi baru yang efisien akan berkembang ke arah PCS dan menjadi pilihan umum untuk WLL di dunia.
Broadband CDMA sepenuhnya layak untuk diaplikasikan di WLL, PCS dan wireless berbasis satelit yang akan datang.
Pada versi yang akan datang dari CDMA akan menyediakan servis-servis dengan bandwidth data yang tinggi (termasuk ISDN, video dan multimedia) yang tidak dapat disediakan oleh teknologi narrowband.

Apakah Broadband CDMA?

Standar teknologi CDMA, dilihat dari spread signalnya relative lebih besar dari teknologi selular lainnya, pengurangan problem propagasi (multipath dan fading). Dikenal dua standar untuk aplikasi dengan metode akses CDMA. Standar yang dimaksud adalah IS-95 dan poprietary.

Broadband CDMA mengambil konsep ini lebih lanjut oleh pengurangan multipath-fading, penawaran kapasitas dalam tiap cell dan kualitas suara yang lebih baik. Bandwidth yang luas juga membuat mungkin features ke depan termasuk ISDN dan bandwidth on demand. Broadband CDMA dengan wireless mempunyai potensi untuk menyediakan "transparan" local loop dengan fungsi penuh seperti wireline.

Broadband CDMA sebagai WLL didesain untuk menyediakan layanan fixed dan mobiile yang dikoneksikan dengan PSTN dari layanan POTS (Plain Old Telephone Service) ke features-features selanjutnya seperti ISDN dan bandwidth on demand. Service-service akan termasuk voice, high speed fax, data dan multimedia, termasuk juga video. Teknologi ini memungkinkan aplikasi ISDN ke desktop fixed wiireless dan mobile wireless. Adapun konfigurasi dari sistem B-CDMA adalah :

Gambar 1
Gambar 1. Konfigurasi B-CDMA

Keterangan gambar :
OS (Operating System) : operasi, administrasi dan fungsi maintenance
RDU (Radio Distribution Unit) : interface ke exchange dengan standar V5.1
RCS (Radio Carrier Station) : interface ke RDU via copper, fiber atau Microwave
RNT (Radio Network Termination) : menyediakan koneksi ke analog atau ISDN Telepon, fax dan data modems

Teknologi Broadband CDMA (B-CDMA)

Teknologi B-CDMA dikembangkan dari teknik CDMA. B-CDMA merupakan teknologi alternatif Wireless Acces pada era Digital Broadband dengan penjelasan sebagai berikut:
  • Merupakan teknologi digital spread spektrum lanjutan untuk kepentingan komersial, yang memberikan berbagai kelebihan dibanding copper, cable, microwave dan bahkan sistem komunikasi radio lainnya, seperti :
    • kualitas suara yang tinggi (32 kb/s)
    • karakteristik fade sangat baik
    • performansi indoor sangat baik
    • dinamik data rate (on demand) : 32 kb/s ~ 144 kb/s
  • Pemilihan frekuensi secara fleksibel (300 ~ 2500 MHz)
CDMA pada dasarnya dikembangkan oleh militer di Amerika dan kemudian dikomersialkan oleh perusahaan di Amerika oleh Qualcomm dan dikembangkan dengan standar IS-95. Tipikal frekuensi operasi untuk IS-95 adalah 800 MHz. Versi Broadband yang baru B-CDMA, akan diterapkan untuk tiga band frekuensi :
  • DCS 1800 (1,71 sampai 1,785 Ghz, dan dari 1,805 sampai 1,880 GHz)
  • US-PCS (1,85 sampai 1,9 GHz dan 1,93 sampai 1,99 GHz)
  • CEPT (2 sampai 2,7 GHz)
Perbedaan penting yang lain dengan narrowband CDMA didesain untuk bandwidth 1,25 MHz untuk setiap direction. Untuk B-CDMA pada umumnya menggunakan bandwidth 7 MHz, 10,5 MHz, 14 MHz dan 15 MHz.

Dengan bandwidth yang lebih lebar akan menyediakan level of fade resistance yang lebih besar, yang akan menghasilkkan performansi yang lebih besar untuk output power yang sama, atau mengurangi syarat power untuk menyediakan range coverage yang sama. Selanjutnya, pertambahan bandwidth sangat identik dengan penambahan kapasitas untuk mendukung layanan-layanan dengan bandwidth yang lebih tinggi dan menambah fleksibilitas untuk service gabungan. Dalam arti bahwa satu sistem broadband dapat melayani berbagai macam service secara simultan.

Aplikasi Broadband CDMA

Broadband CDMA sedang dikembangkan untuk empat aplikasi utama ; rural wireless local loop, urban wireless local loop, personal communications system (PCS), Global Mobile Personal Communcations by Satellite (GMPCS) dan IMT-2000, semua akan digambarkan seperti di bawah ini.

Pasar WLL

    Beberapa pengamat percaya bahwa market internasional untuk WLL , secara khusus dari Asia, selama beberapa waktu akan lebih besar daripada untuk cellular atau PCS. Beberapa negara Asia, seperti India mempunyai kurang dari 1 (satu) telepon per 100 (seratus) penduduk dan rata-rata di dunia mencapai 11 atau 12 telepon per 100 penduduk. Perkiraaan untuk waktu dekat bahwa di dunia akan membutuhkan sekitar 1 miliiar telepon dimana setengahnya akan disuplai dari mobile telepon dengan tipe solusi WLL.

Rural WLL

    Teknologi broadband CDMA secara khusus pantas untuk area yang sangat sulit atau untuk daerah yang mahal jika diterapkan jaringan kabel. Aplikasi WLL adalah sangat penting untuk negara-negara Asia karena mempunyai penetrasi yang rendah sehingga dapat sebagai pemasangan subscriber yang extra. Sekarang teknologi WLL, khususnya B-CDMA lebih murah diinstal daripada kabel tembaga. Wireless sedang menjadi pilihan teknologi yang ditetapkan pada service fixed telepon yang dikembangkan di dalam area regional Asia dan tempat lainnyya.

    Menurut InterDigital, WLL dapat diinstal pada harga di bawah US$ 1.000 per line, dan akan semakiin menurun pada masa yang akan datang.

Urban WLL

Pada daerah urban dan suburban, WLL Broadband CDMA akan menghapuskan atau mengurangi dari pemasangan kabel yang baru. Broadband CDMA menyediakan generasi yang akan datang untuk teknologi wireless telekomunikasi, dari basik voice melalui 2 Mbps data untuk service mobile dan fix pada residensial, dan lingkungan urban. Sistem juga mampu menyediakan layanan sekualitas wireline seperti voice, fax, ISDN (2B + D) dan service leased line. Broadband CDMA juga mensupport service untuk telepon coin dan telepon smart card.

PCS

    PCS akan menyediakan penambahan level mobility dengan service wideband. Teknologi Broadband CDMA mendukung option dengan range yang lebar dari harga yang paling murah per line dan kapasitas yang paling tinggi untuk service yang akan datang.

    Broadband CDMA akan menyediakan portabel handset, mirip dengan selular tetapi availabel untuk data rate yang lebih tinggi.

    Handset dengan mobilittas yang terbatas biasanya direncanakan sebagai extension untuk sistem WLL broadband CDMA.

GMPCS

    Global Mobile Personal Communications by Satelite akan menghubungkan pelanggan-pelanggan anytime, anywhere di bumi lewat hubungan secara langsung lewat Low Earth Orbit (LEO) atau Intermediate Circular Orbit (ICO), tergantung dari sistem yang digunakan. Terminal dual mode dari sistem GSM dan CDMA akan dapat digunakan pada tahun 2000, dimana service-service komersial akan dimulai.

IMT 2000

    IMT 2000 dikenal juga dengan istilah FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System). Untuk aplikasi generasi ke 3 ini masih diajukan proposal kepada badan standarisasi : TIA, ETSI dan ARIB (badan standarisasi di Amerika, Eropa dan Jepang) sebagai syarat pada implentasi IMT 2000. Adapun para vendor dan jenis teknologinya ditampilkan pada tabel berikut :
Regional Standards Body
Technology
Group
TIA (TR 45.5)
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
IS-95 based wideband CDMA
Lucent, Motorola, Nortel, QUALCOMM
NHS
Nokia
Samsung
Hitachi
ARIB
W-CDMA
NTT DoCoMo, Fujitsu, Panasonic, NEC
ETSI (SMG2)
W-CDMA
W-TDMA/CDMA
Nokia, Ericsson, NEC, Panasonic, Fujitsu
Siemens

Keuntungan CDMA

Sebelum dibahas keuntungan dari penggunaan broadband CDMA maka akan dibahas terlebih dahulu kelebihan metode akses CDMA dengan metode akses lainnya (TDMA dan FDMA). Keunggulan CDMA jika diaplikasikan pada sistem selular adalah :
    1. Co-exixt dengan selular CDMA
    Dua sistem seluler FDMA dan CDMA dapat beroperasi secara bersama-sama. Perancang selular CDMA dapat memberikan solusi dengan memperkenalkan unit bergerak dual mode FDMA/CDMA pada pelanggan.

    2. Tidak membutuhkan equalizer
    Bila lajju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum.

    3. Satu radio per site
    Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor.

    4. Tidak membutuhkan guard time dan guard band
    Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal.

    5. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi
    Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan.

    6. Soft capasity
    Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan.

    7. Soft handoff
    Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama.

    8. Proteksi dari penyadapan dan jamming.
    Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum.

Keuntungan utama dari solusi Broadband CDMA adalah flexibilitas. Sistem CDMA menyediakan untuk aplikasi komunikasi pada skala besar dan kecil dengan cost efektif yang diperhitungkan. Untuk bisnis selanjutnya dapat menyediakan service voice dan ISDN data, seperti fax, email dan high speed internet access. Ketika sistem Broadband CDMA dapat ditambah dengan mudah dan cepat ke jaringan existing tanpa delay dan gangguan daripada instalasi kabel telepon. Koneksi ke jaringan LAN untuk email dan sharing resources sperti printer dan mesin fax dapat dikonfigurasi dengan mudah.

Sistem Broadband CDMA dapat memungkinkan operator untuk menawarkan service yang baru seperti ISDN (144 kbps), leased line dan bandwidth on demand (2 Mbps).

Broadband sangat mengurangi efek yang menyebabkan multipath fading, terutama pada kondisi yang sebenarnya, menyebarkan range dari 7 sampai 30 MHz. Dengan bertambahnya bandwidth dapat mengurangi face margin yang diharuskan sampai 3 dB jika diterapkan pada sistem narrowband. Cell station yang baru dan reuse frekuensi pada sistem CDMA dapat ditambahkan tanpa harus memodifikasi parameter-parameter cell yang lain. Dengan penyediaan bandwidth yang lebih besar oleh Broadband CDMA akan mengijinkan lebih dari pemakai per channel, tetapi lebih sedikit cell per geographic area. Dengan demikian akan lebih simpel prosedur manajemen network.

Cell-cell pada Broadband CDMA dapat dengan mudah diaplikasikan di daerah urban, suburban atau rural dimana kepadatan pelanggan berbeda. Broadband CDMA menggunakan teknik pengkodean suara seperti pada jaringan publik (32 ADPCM dan 64 PCM)

Kemungkinan B-CDMA di Indonesia

Jika dipakai sebagai sistem selular maka B-CDMA sudah memasuki generasi ke tiga pada aplikasi IMT 2000 (International mobile telecommunications system). Teknologi ini akan memasuki pasar pada tahun 2000.

Sistem ini berbeda dengan sistem CDMA pita sempit (narrow band) dan sedang dikembangkam di Indonesia oleh PT Komselindo yang kini sebagai operator AMPS (Advance Mobile Phone System). Ia juga berbeda dengan D-AMPS (Digital-AMPS) yang distandarkan pada IS-136. Tetapi DAMPS atau GSM akan dengan mudah migrasi ke B-CDMA.

CDMA pita lebar sedang dicoba pada frekuensi 2 GHz, ia bisa menyediakan layanan internet yang di PT TELKOM disebut dengan PASOPATI dan multimedia .

Percobaan-percobaan yang sudah dilakukan, antara lain oleh NTT DoCoMo dari Jepang yang akan segera menerapkan teknologi W-CDMA (Wideband code division multiple access) pada tahun 2000 di gelombang 5 MHz. W-CDMA merupakan sebutan untuk B-CDMA di Jepang.

Yang menjadi pesaing utama dari B-CDMA adalah teknologi TD-CDMA (Time Diivision-Code Division Multiple Access. Jika TDMA membagi-bagi frekuensi secara vertikal, sementara CDMA membaginya secara horisontal, maka TD-CDMA lebih hemat lagi sebab dapat memotong-motong frekuensi lebih kecil lagi.

Pada pertemuan penyelenggara seluler dan administrator se-Asia Pasifik di forum Asia Pasific Interest Group (APIG), GSM MoU ketujuh belum sepakat terhadap pilihan Wide Band atau Broadband CDMA yang akan menjadi trend teknologi seluler GSM generasi ke tiga pada abad 21 mendatang. Kendati begitu Indonesia merekomendasi WB-CDMA sebagai pilihan ketimbang TD-CDMA yang dianggap futuristic. Apalagi Jepang melalui NTT DoCoMo turut terlibat bersama Ericsson dan Nokia dalam pengembangan sistem WB-CDMA.

Generasi ketiga berupa CDMA pita lebar bukan merupakan generasi seluler yang terakhir. Generasi berikut akan muncul pada dasawarsa pertama abad 21, yang akan lebih canggih dalam menyediakan layanan, dibanding generasi sebelumnya. Yang jelas siklus tiap generasi semakin pendek yang selain menguntungkan pengguna seluler sekaligus juga merugikannya. Keuntungannya, pelanggan bisa mendapatkan apa saja layanan yang diinginkannya, tetapi ruginya barang yang digunakan akan berusia pendek. Kerugiannya lagi jika frekuensi dan operator yang ditunjuk berbeda dengan yang sebelumnya.

Sumber :
http://ilmukomputer.org/category/jaringan-komputer/
http://elektroindonesia.com/elektro/tel13a.html

Minggu, 29 Mei 2011

Contoh Proposal

PROPOSAL KEGIATAN
AKSI MUSLIMAH KREATIF
22, 23, 30 APRIL dan 1 MEI 2006

I. LANDASAN PEMIKIRAN

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nur : 31)
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab : 59) [1232]
Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Di atas mereka seperti terdapat bongkol (punuk) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu kaum yang terkutuk. Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan memperoleh wanginya, padahal wangi surga itu dapat tercium dari perjalanan (jarak sangat jauh) sekian dan sekian (HR. At Tabrani, Al-mu’jam As Saghir : 233)
Siapa pun pantas geram melihat betapa kemaksiatan melanda negeri ini, utamanya tahun lalu. Inilah Indonesia kita sekarang. Budaya pemisif, hedonis, dan materialis akrab dengan masyarakat kita, apalagi kaum mudanya. Kerusakan moral terjadi di mana-mana.
Data statistic menunjukkan tingkat kriminalitas kian memprihatinkan. Kebebasan seks merupakan salah satunya. Begitu banyak orang yang terjebak dan tenggelam dalam kubangan itu. Praktik pelacuran merajalela, bahkan sampai menjalar ke tempat-tempat umum yang tadinya “bersih”. Gadis-gadis belia mejeng di pusat-pusat perbelanjaan dengan busana beraneka gaya dan warna. Mereka bukan sekedar iseng window shopping (cuci mata) tetapi juga berniat menguras duit laki-laki hidung belang. Apalagi kalau bukan menjajakan diri. Fenomena yang menyesakkan dada ini terjadi di sekitar kita.
Adegan vulgar baik langsung maupun melalui televise atau berbagai media begitu sering mampir dalam pandangan kita. Yang lebih menyedihkan adalah trend perzinaan semakin menjadi-jadi dari waktu ke waktu. Simak saja misalnya, adegan sinetron yang secara vulgar mengekspos adegan pacaran yang “panas”. Atau tingkah mahasiswi suatu perguran tinggi terkenal yang berbaring di pangkuan pacarnya di koridor ruang kuliah saat begitu banyak orang berlalu lalang di sekitarnya. Belum lagi perzinaan terselubung di hotel-hotel mewah berkedok cinta, di taman-taman kampus, di jalan-jalan bahkan di angkutan umum berkedok pacaran. Perselingkuhan di lingkungan kerja dan perumahan juga semakin banyak terdengar.
Upaya memerangi maksiat harus dilakukan secara serius. Semua pihak dan setiap individu hendaknya mengambil peran masing-masing. Jika tidak, maka kehancuran yang lebih besar akan menimpa negeri kita. Oleh karena itu, kami dari keputrian Universitas Sumatera Utara dan Politeknik Negeri Medan mengadakan acara Aksi Muslimah Kreatif

II. NAMA KEGIATAN

Nama kegiatan ini adalah “AKSI MUSLIMAH KREATIF”

III. TEMA KEGIATAN

Tema kegiatan ini adalah “Satukan Langkah dan Tekad Menghalau Pornografi dan Pornoaksi”

IV. TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan ini bertujuan :
1. Sebagai pernyataan sikap atas terjadinya disorientasi muslimah Indonesia secara umum dan kerkhusus muslimah USU dan Polmed dalam menghadapi pornografi dan pornoaksi serta pergaulan bebas yang semakin marak
2. Memperkuat ukhuwa islamiyah mahasiswa USU dan Polmed
3. Sebagai sarana bagi muslimah untuk mengaplikasikan dan menuangkan minat dan bakat

V. BENTUK KEGIATAN

1. Ajang kreatifitas, seni, dan bakat muslimah
• Nasyid
• Teater
• Cerpen
• Pembacaan puisi
• Tahfidz Al-Quran
• Makalah ilmiah
• Lomba masak
• Kerajinan tangan
• Bola Voli
• Tenis Meja
• Bulu Tangkis
• Cerdas cermat ala kampus

2. Seminar dengan tema “Mulianya Harga Diri Seorang Wanita”

• Pembicara I : Dari tinjauan sosial dan budaya muslimah Indonesia oleh Neno Warisman (Artis Jakarta)
• Dari tinjauan draft RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi oleh Yoyoh Yusroh (Wakil ketua Pansus RUU APP)
• Pembicara III : Dari tinjauan hukum dan kriminalitas oleh Prof. Alfi Syahrin, SH.MS (Guru besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara)
3. Aksi damai di kampus USU

VI. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Ajang kreatifitas, seni, dan bakat muslimah
Waktu : 22-23 April 2006
Tempat : Kampus politeknik negeri medan dan Universitas Sumatera Utara
2. Seminar
Waktu : 30 April 2006
Tempat : Gelanggang mahasiswa USU
3. Aksi damai
Waktu : 1 Mei 2006
Tempat : Kampus USU

VII. SASARAN DAN TARGET KEGIATAN

Sasaran dan target kegiatan ini adalah mahasiswa dan mahasiswi muslim se-Sumut dengan jumlah peserta 700 orang

VIII. PELAKSANA KEGIATAN

Pelaksana kegiatan ini adalah utusan dari seluruh pengurus keputrian mushola-mushola se-USU dan Polmed serta KAMMI Korpus Teknik (kepanitiaan terlampir)
IX. ANGGARAN KEGIATAN
Anggaran kegiatan ini diperoleh dari :
1. Kas mushola sebesar Rp. 50.000 / keputrian
2. Kontribusi peserta lomba dan seminar
3. Sumbangan perorangan atau lembaga yang halal dan tidak mengikat
4. Sponsorship
5. Usaha-usaha halal yang tidak mengikat
(Taksasi dana terlampir)

X. PENUTUP

Permasalah pornoaksi dan pornografi ini bukan hanya milik saya tapi juga milik kamu dan kita semua. Oleh karena itu, sekarang bukan lagi saatnya untuk mencari kambing hitam sebagai objek yang bisa kita hakimi bersama melainkan suatu kerja nyata yang bisa memberikan kontribusi berarti demi terwujudnya suatu kehidupan yang islami di bumi Allah tempat kita hidup. Amin.

AKSI MUSLIMAH KREATIF
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN
PANITIA PELAKSANA
Ketua Sekretaris
Yelmis Fetri Levi Ardha Riliswinda Ayuningtyas
PENANGGUNG JAWAB
Ketua UKMI AL FALAK Ketua UKMI AS SIYASAH Ketua UKMI POLMED
Fakultas MIPA USU Fakultas Sosial Politik USU Yopi Afrizal Buyamin Rahmad Habibi
Ketua KAMMI Korpus Teknik PHBI ARRAHMAN BP2M BAITURAHMAN
Fakultas Teknik USU Fakultas Kedokteran USU Fakultas Ekonomi USU Faisal Akbar Rosadi Azis Rahmad Al Ikhlas
Ketua BTM ALADINSYAH Ketua BTM AL IQBAL Ketua Harian PHBI
Fakultas Hukum USU Fakultas Sastra USU Fak. Kesehatan Masyarakat USU Adi Syahputra Rusdi Anhar Diki Saleh
Ketua BKM AL-IKHLAS Ketua Mushola AL MUKHLISIN
Fakultas Kedokteran Gigi USU Fakultas Pertanian USU M. Anwar Utama Herman Harahap
Diketahui oleh :
Pembantu Direktur III Bid. Kemahasiswaan Pembantu Rektor III Bid. Kemahasiswaan
POLITEKNIK NEGERI MEDAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Muslim Marpaung, SE dr. Linda Trimurni Maas, MPH
NIP : 131 964 569 NIP : 130 810 200
Lampiran 1
SUSUNAN PANITIA PELAKSANA
AKSI MUSLIMAH KREATIF
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN
PELINDUNG : Muslim Marpaung, SE
(Pembantu Direktur III POLITEKNIK NEGERI MEDAN)
Dr. Linda Trimurni Maas, MPH
(Pembantu Rektor III UNIVERSITAS SUMATERA UTARA)
PENANGGUNG JAWAB : 1. Yopi Afrizal (Ketua UKMI AL FALAK FMIPA USU)
2. Buyamin (ketua UKMI AS SIYASAH FISIPOL USU)
3. Rahmad Habibi (Ketua UKMI POLMED)
4. Faisal Akbar (Ketua KAMMI Korpus FT USU)
5. Diki Saleh (Ketua Harian PHBI FKM USU)
6. Rosadi Azis Rahmad (Ketua PHBI ARRAHMAN FK)
7. Al Ikhlas (Ketua BP2M BAITURAHMAN FE USU)
8. Adi Syahputra (Ketua BTM ALADINSYAH FS USU)
9. Rusdi Anhar (Ketua BTM AL IQBAL FH USU)
10. M. Anwar Utama (Ketua BKM AL-IKHLAS FKG)
11. Herman Hrhp (Ketua Mushola AL MUKHLISIN FP)
STEERING COMMITTE : 1. Nurhalimah, S.Kg
2. Sri Ningsih (Polmed; Sipil ’03)
3. Isma khairani (USU; FK ’03)
4. Triana Lili Rahayu Tanjung (USU; FS ’02)
5. Nisla F (USU; FMIPA ’03)
6. Ningsih (USU; FT ’02)
ORGANIZING COMMITTE :
Ketua : Yelmis Fetri Levi (USU; FISIP ’04)
Sekretaris : Ardha Riliswinda Ayuningtyas (Polmed; Energi ’04)
Bendahara : Dina Fitri J (USU; FKM ’03)
Divisi – Divisi :
1. Divisi kesekretariatan
Koordinator : Rika Ayu Lestari (Polmed; Sipil ’04)
Anggota : Susi Endayani (Polmed; Perbankan ’03)
2. Divisi Acara
Koordinator : Rabiatul Adawiyah (USU; FS ’03)
Anggota : Bintun Hasunah (USU; FP ’04)
Rini Arda Sari (USU; FMIPA ’04)
Yossi Yolanda (USU; FMIPA ’03)
Murdiana Sari (USU; FS ’03)
Desi Julita (USU; FS ’04)
Fadriani (USU; FMIPA ’03)
Ayuni Apema (USU; FS ’03)
Evi Yustika (Polmed; Telekomunikasi ’04)
Pebri Warita Pulungan (Polmed; Telekomunikasi ’05)
Rahma Del Fitri (KAMMI Korpus Teknik USU)
3. Divisi Dana
Koordinator : Deselvianti (USU; FE ’04)
Anggota : Sundari
Masniari (USU; FE ’04)
Popi (USU; FE ’03)
Budil Tapatiwi (USU; FK ’04)
Dina (USU; FK ’04)
Ponira (USU; FMIPA ’03)
Anisma (USU; FISIP)
Afridayanti Afnel (USU; FKM ’04)
Suhartati (USU; FISIP ’04)
4. Divisi Publikasi dan Dokumentasi
Koordinator : Mimi Indriati (USU; FP ’03)
Anggota : Yessi Eka Sartika (USU; FP ’04)
Irhamna Ardi (USU; FP ’05)
Gian Anas (USU; FP ’05)
Nurlaila Qodrianti Sir (USU; FK ’05)
Yusrina Saragih (USU; FK ’05)
Syarifah Ramlah (USU; FMIPA)
Nurmala (USU; FT ’04)
5. Divisi Transportasi dan Keamanan
Koordinator : Liza Rickiany (USU; FISIP ’03)
Anggota : Huwaina (USU; Keperawatan ’04)
Lana Sari Lbs (USU; FKG ’03)
Ikhwan KAMMI Korpus Teknik USU
6. Divisi Konsumsi
Koordinator : Sumarni (Polmed; Perbankan ’03)
Anggota : Rakhmadani (USU; FKG ’04)
Rakhmadana (USU; FKG ’04)
Anggun Sari Siregar (USU; FKG ’05)
Jehan Fazila (USU; FKG ’04)
Syarifah Mastura (USU; FISIP ’02)
Siska M.S. Sinulingga (USU; FISIP ’05)
Mella Sari Lubis (USU; FMIPA ’02)
Rita Lisnawaty (USU; FMIPA ’02)
Rina (USU; FKM ’05)
Nur Hayati (USU; FKM ’05)
7. Divisi Perlengkapan
Koordinator : Endang (USU; Keperawatan ’04)
Anggota : Fitri (USU; Keperawatan ’04)
Lega (USU; FH ’05)
Manda (USU; FH ’05)
Sariani (USU; FS ’03)
Shofia Rija (USU; FT ’04)
Riski Hakiki (USU; FT ’04)
Lampiran 2
TAKSASI DANA KEGIATAN AKSI MUSLIMAH KREATIF
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN
KESEKRETARIATAN
No
KEBUTUHAN
HARGA (Rp)
JUMLAH
TOTAL
(Rp)
1.
Pembuatan dan penggandaan proposal
10.000
100
1.000.000
2.
Administrasi surat menyurat
200.000
3.
Pembuatan stempel
50.000
1
50.000
4.
Badge panitia
3.000
85
255.000
Jumlah
1.505.000
Biaya tak terduga 10%
150.500
TOTAL
1.655.500
ACARA
No
KEBUTUHAN
HARGA (Rp)
JUMLAH
TOTAL
(Rp)
1.
Bingkisan pembicara (Jakarta)
5.000.000
1
5.000.000
2.
Bingkisan pembicara (medan)
1.000.000
2
2.000.000
3.
Hadiah lomba juara I
750.000
12
9.000.000
4.
Hadiah lomba juara II
600.000
12
7.200.000
5.
Hadiah lomba juara III
400.000
12
4.800.000
6.
Door prize
50.000
15
750.000
7.
Bingkisan Juri
100.000
36
3.600.000
8.
Bingkisan Tim Nasyid (Seminar)
1
750.000
Jumlah
33.100.000
Biaya tak terduga 10%
3.310.000
TOTAL
36.410.000
KONSUMSI
No
KEBUTUHAN
HARGA (Rp)
JUMLAH
TOTAL
(Rp)
SEMINAR
1.
Makan siang
7.000
700
4.900.000
2.
Air mineral per kotak
15.000
20
300.000
3.
Snack
2.000
700
1.400.000
4.
Air mineral botol
2.000
6
12.000
LOMBA
1.
Makan siang
5.000
400
2.000.000
2.
Air mineral per kotak
25.000
15
375.000
3.
Snack
2.000
400
800.000
4.
Air mineral botol
2.000
36
72.000
Jumlah
9.859.000
Biaya tak terduga 10%
985.900
TOTAL
10.844.900
PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI
No
KEBUTUHAN
HARGA (Rp)
JUMLAH
TOTAL
(Rp)
1.
Publikasi poster
5.000
200
1.000.000
2.
Spanduk
100.000
10
1.000.000
3.
Publikasi media elektronik
1.000.000
4.
Handycamp
1.000.000
Film + cuci cetak
75.000
4
300.000
Jumlah
4.300.000
Biaya tak terduga 10%
430.000
TOTAL
4.730.000
PERLENGKAPAN
No
KEBUTUHAN
HARGA (Rp)
JUMLAH
TOTAL
(Rp)
SEMINAR
1.
Sewa gedung
1.000.000
2.
Soundsystem
1.500.000
3.
LCD projector
100.000
4.
Dekorasi ruangan
500.000
5.
Seminar kit
6.130.000
LOMBA
1.
Sewa gedung
500.000
2
1.000.000
2.
Dekorasi ruangan
100.000
2
200.000
3.
Alat dan bahan lomba
500.000
Jumlah
11.110.000
Biaya tak terduga 10%
1.111.000
TOTAL
12.221.000
TRANSPORTASI DAN KEAMANAN
No
KEBUTUHAN
HARGA (Rp)
JUMLAH
TOTAL
(Rp)
1.
Transportasi pembicara
1.000.000
2
2.000.000
2.
Akomodasi pembicara
1.000.000
3.
Transportasi panitia
500.000
4.
Keamanan
300.000
Jumlah
3.800.000
Biaya tak terduga 10%
380.000
TOTAL
4.180.000
REKAPITULASI TOTAL ANGGARAN KEBUTUHAN DANA
AKSI MUSLIMAH KREATIF
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DAN POLITEKNIK NEGERI MEDAN
No
DIVISI
JUMLAH (Rp)
1.
KESEKRETARIATAN
1.655.500
2.
KONSUMSI
10.844.000
3.
PERLENGKAPAN
12.221.000
4.
PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI
4.730.000
5.
ACARA
36.410.000
6.
TRANSPORTASI DAN KEAMANAN
4.180.000
TOTAL
70.041.400
TOTAL DANA KESELURUHAN yang dibutuhkan dalam Aksi Muslimah Kreatif USU dan POLMED sebesar Rp. 70.041.400,00
Terbilang “Tujuh puluh juta empat puluh satu ribu empat ratus rupiah”

Senin, 02 Mei 2011

Proposal

PENGERTIAN PROPOSAL

Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan
hal yang perlu diperhatikan dalam membuat proposal:

JENIS-JENIS PROPOSAL

Berdasarkan bentuknya, proposal dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: proposal berbentuk formal, semiformal, dan nonformal. Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: 1) bagian pendahuluan, yang terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan; 2) isi proposal, terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya; 3) bagian pelengkap penutup, yang berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
Proposal semiformal dan nonformal merupakan variasi atau bentuk lain dari bentuk proposal formal karena tidak memenuhi syarat-syarat tertentu atau tidak selengkap seperti proposal bentuk formal.

SYARAT-SYARAT PROPOSAL


SISTEMATIKA PROPOSAL



Source : http://indonesialanguage.blogspot.com/2008/03/materi-bahasa-indonesia_07.html