Sabtu, 09 Oktober 2010

Variasi bahasa

Ragam bahasa dalam bahasa Indonesia berjumlah sangat banyak . Maka itu, ia dibagi atas dasar pokok pembicaraan, perantara pembicaraan, dan hubungan antarpembicara.

Ada 3 bahasa di Indonesia

  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa daerah
  • Bahasa asing

Keterpakaian bahasa sebagai Sarana Ilmu, Budaya, dan Sastra

· Digunakan sbg sarana pengembangan iptek: 360.000 istilah bidang ilmu

· Digunakan untuk pengembangan budaya nasional

· Digunakan untuk pengembangan susastra Indonesia dan serumpun

RAGAM BAHASA INDONESIA

· Berdasarkan Penutur

· Dialek

· Sosiolek

· Berdasarkan Sarana

· Lisan

· Tulis

· Berdasarkan Pemakaian

· Hukum

· Ekonomi

· Politik

· Teknik

· Militer

· Agama

· Komunikasi

· Dll

  • Berdasarkan Formal-Nonformal

· Formal

· Nonformal

Ragam Lisan dan Tulis

1. Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
a. Memerlukan kehadiran orang lain
b. Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
c. Terikat ruang dan waktu
d. Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara

Kelebihan ragam bahasa lisan :
a. Dapat disesuaikan dengan situasi
b. Faktor efisiensi
c. Faktor kejelasan karena pembicara menambahkan unsure lain berupa tekan dan gerak anggota badan agah pendengar mengerti apa yang dikatakan seperti situasi, mimik dan gerak-gerak pembicara.
d. Faktor kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang dibicarakannya.
e. Lebih bebas bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang dituturkan oleh penutur.
f. Penggunaan bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit, visual dan kognitif.

Kelemahan ragam bahasa lisan :
a. Bahasa lisan berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase sederhana.
b. Penutur sering mengulangi beberapa kalimat.
c. Tidak semua orang bisa melakukan bahasa lisan.
d. Aturan-aturan bahasa yang dilakukan tidak formal.

Contoh Ragam Lisan

  1. Pengunaan Bentuk Kata

1) Dinas PU Senang Ngelihat Koban Jalan Berlubang (RM, 9/3/2008)

2) Internet Masuk Desa, Menteri Nuh Ngeblok Situs Porno (RM, 9/3/2008)

3) Pembahasan APBD 2008 lelet: Saya Tepaksa Ngutang (PK, 23/2/2008)

4) Ngetop dengan ungkapan, “Siapa sih lo?” (PK, 23/2/2008)

b. Penggunaan Kosakata

1) Fauzi Bomo ogah bertanggung jawab (RM, 9/3/2008)

2) Susilo Cs Pede Jadi Juara Pilpres (RM, 9/3/2008)

3) Oleg Dibikin Oleng (RM, 9/3/2008)

4) Penculik mahasiswi spesialis incar gadis (PK, 23/2/2008)

c. Penggunaan Struktur Kalimat

1) Kalo menurutku, itu malah bagus bisa mengurangi kemacetan, ya yok i? (PK, 23/2/2008)

2) Dengan kalian mogok sebagai alasan untuk tidak ngasih pesangon. (PK, 23/2/2008)

2. Ragam Tulis

Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata. Dengan kata lain dengan ragam bahasa tulis, kita tuntut adanya kelengkapan unsur kata seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
a. Tidak memerlukan kehaduran orang lain.
b. Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
c. Tidak terikat ruang dan waktu
d. Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.

Kelebihan ragam bahasa tulis :
a. Informasi yang disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan menyenangkan.
b. Umumnya memiliki kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
c. Sebagai sarana memperkaya kosakata.
d. Dapat digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.

Kelemahan ragam bahasa tulis :
a. Alat atau sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
b. Tidak mampu menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual.
c. Yang tidak ada dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.
Ragam bahasa fungsionalm adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja atau kegiatan tertentu lainnya. Ragam fungsional juga dikaitkan dengan keresmian keadaan penggunaannya.

Ada 3 ragam bahasa fungsional, yaitu :
1. Ragam Bahasa Bisnis
Ragam bahas bisnis adalah ragam bahasa yang digunakan dalam berbisnis, yang biasa digunakan oleh para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya.
Ciri-ciri ragam bahasa bisnis :
a. Menggunakan bahasa yang komunikatif
b. Bahasanya cenderung resmi
c. Terikat ruang dan waktu
d. Membutuhkan adanyaorang lain

Ragam Baku dan Nonbaku

  1. Ragam Baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar pemakainya sebagai bahasa resmi dan sebagai kerangka acuan norma bahasa dalam penggunaannya.

Syarat Ragam Baku :

· Kemantapan dinamis

Kemantapan berarti, bahasa baku seuai dengan pola dan sistembahasa yang baku

Misalnya:

Bentuk kata dengan peng-

Peng + kontrak = pengontrak

bukan pengkontrak

meng- + suplai = menyuplai

bukan mensuplai

Dinamis berarti, tidak kaku dan dapat menerima perubahan yang berpola dan bersistem

Misalnya:

penatar >< petatar

penyuluh >< pesuluh

penyepak bola >< pesepak bola

penuduh >< tertuduh

pendakwa >< terdakwa

· Cendekia

· Ragam baku cendekia adalah ragam baku yang dipakai di tempat resmi.

· Penggunanya adalah orang yang terpelajar

· Biasanya diperoleh dari jalur formal

· Ragam cendekia lahir dari kesadaran berbahasa sehingga kalimat yang dihasilkan jelas dan cendekia.

Misalnya (tidak cendekia):

Rumah ini mau dijual.

· Seragam

· Pembakuan bahasa adalah proses penyeragaman bahasa.

· Pembakuan mencari kesamaan bahasa

· Keseragaman didasarkan kesepakatan.

· Bahasa baku tidak lepas dari kesepakatan untuk keseragaman.

· Misalnya:

SIM bukan lisensi

KTP bukan identitas pribadi

2. Ragam Nonbaku Ragam tidak baku (nonbaku) adalah ragam yang menyimpang dari norma baku.

· Menyimpang dari kebakuan

Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar :

· Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan sikon, siapa teman bicara.

· Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan kaidah/norma bahasa (diksi, ejaan, sturtur).

· Bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah bahasa Indonesia yang baku.


Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia

valentz007.files.wordpress.com/2009/10/ragam-bahasa-indonesia.ppt

http://princessniemoss.blogspot.com/2010/03/ragam-bahasa-indonesia.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar